Lantai keramik merupakan salah satu jenis penutup lantai yang paling banyak digunakan di rumah, perkantoran, hingga bangunan komersial. Alasannya sederhana: keramik terlihat rapi, mudah dibersihkan, tahan air, dan relatif awet.
Namun, tidak sedikit pemilik rumah yang dikejutkan oleh kondisi lantai keramik yang retak secara tiba-tiba, bahkan tanpa adanya benturan atau beban berat yang jelas. Fenomena ini sering menimbulkan tanda tanya besar. Mengapa lantai keramik bisa retak sendiri? Apakah karena kualitas keramik yang buruk, kesalahan pemasangan, atau faktor lingkungan?
Artikel ini akan membahas secara lengkap penyebab lantai keramik retak secara tiba-tiba, dampaknya, serta langkah pencegahan yang bisa dilakukan agar masalah serupa tidak terulang.
Mengapa Lantai Keramik Bisa Retak?
Secara umum, lantai keramik dirancang untuk kuat dan tahan lama. Namun, keramik tetap merupakan material keras yang memiliki keterbatasan terhadap tekanan, pergerakan, dan perubahan lingkungan. Retaknya lantai keramik biasanya bukan disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan kombinasi dari beberapa kondisi yang terjadi secara bersamaan. Memahami penyebab retak pada lantai keramik sangat penting, karena kerusakan ini bukan hanya mengganggu estetika, tetapi juga bisa membahayakan penghuni rumah.
Pergerakan Struktur Bangunan
- Pondasi Bangunan yang Mengalami Penurunan
Salah satu penyebab utama lantai keramik retak secara tiba-tiba adalah pergerakan struktur bangunan, khususnya penurunan pondasi. Seiring waktu, tanah di bawah bangunan dapat mengalami pergeseran atau pemadatan yang tidak merata. Ketika pondasi bergerak, lantai di atasnya ikut mengalami tekanan. Keramik yang bersifat kaku tidak mampu mengikuti pergerakan tersebut, sehingga akhirnya retak atau pecah.
2. Bangunan Baru yang Belum Stabil
Pada bangunan baru, risiko ini lebih tinggi. Struktur bangunan biasanya masih mengalami proses penyesuaian dalam beberapa tahun pertama. Jika keramik dipasang sebelum struktur benar-benar stabil, kemungkinan retak akan lebih besar.
Kesalahan dalam Proses Pemasangan Keramik
- Adukan Semen yang Tidak Merata
Kesalahan pemasangan merupakan faktor yang sangat sering terjadi. Salah satu kesalahan paling umum adalah adukan semen atau perekat keramik yang tidak merata. Jika terdapat rongga udara di bawah keramik, maka bagian tersebut menjadi titik lemah. Ketika lantai menerima beban, tekanan tidak tersebar merata dan keramik mudah retak pada bagian yang tidak memiliki dukungan sempurna.
2. Ketebalan Adukan yang Tidak Sesuai
Adukan yang terlalu tipis atau terlalu tebal juga bisa menjadi penyebab lantai keramik retak. Adukan yang tidak sesuai standar akan mempengaruhi daya rekat dan kestabilan keramik dalam jangka panjang.
3. Tidak Menggunakan Perekat Khusus Keramik
Banyak tukang masih menggunakan campuran semen dan pasir biasa tanpa perekat khusus. Padahal, perekat keramik modern dirancang untuk memberikan elastisitas dan daya rekat yang lebih baik, terutama pada area dengan perubahan suhu tinggi.
Perubahan Suhu yang Ekstrem
Keramik, semen, dan struktur bangunan memiliki koefisien muai yang berbeda. Ketika terjadi perubahan suhu ekstrem, misalnya dari panas ke dingin secara tiba-tiba, material akan memuai dan menyusut.
Jika tidak ada celah pemuaian (expansion joint), tekanan ini akan terakumulasi pada keramik dan menyebabkan retak, bahkan terdengar seperti suara letupan kecil pada malam hari. Lantai keramik yang terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama, terutama di teras atau ruangan dengan jendela besar, lebih rentan mengalami retak akibat pemanasan berlebih.
Kualitas Keramik yang Kurang Baik
- Keramik dengan Kepadatan Rendah
Tidak semua keramik memiliki kualitas yang sama. Keramik berkualitas rendah biasanya memiliki kepadatan material yang kurang baik, sehingga lebih rapuh dan mudah retak meskipun dipasang dengan benar.
2. Keramik Cacat Produksi
Retak rambut (hairline crack) yang tidak terlihat saat pemasangan bisa berkembang menjadi retakan besar seiring waktu. Keramik dengan cacat produksi sering menjadi penyebab retak tiba-tiba yang sulit diprediksi.
Beban Berlebih di Atas Lantai
- Penempatan Furnitur Berat
Meletakkan lemari besar, piano, atau brankas di atas lantai keramik tanpa alas yang tepat dapat memberikan tekanan berlebih pada satu titik. Jika tekanan ini melebihi daya tahan keramik, retakan bisa muncul secara tiba-tiba.
2. Beban Dinamis
Beban dinamis seperti aktivitas melompat, pergerakan alat berat, atau mesin yang bergetar juga dapat mempercepat kerusakan lantai keramik.
Tidak Adanya Expansion Joint
Expansion joint adalah celah khusus yang dibuat untuk mengakomodasi pemuaian dan penyusutan material. Banyak orang mengabaikan hal ini, terutama pada ruangan luas. Tanpa expansion joint, tekanan akibat perubahan suhu dan pergerakan struktur akan langsung diterima oleh keramik, sehingga risiko retak semakin tinggi.
Kelembaban dan Air Berlebih
Rembesan air dari bawah lantai dan air yang meresap dari tanah atau pipa bocor dapat melemahkan adukan semen dibawah keramik. Dalam jangka panjang, kondisi ini menyebabkan keramik kehilangan daya dukung dan akhirnya retak. Kamar mandi, dapur, dan area cuci memiliki risiko lebih besar jika sistem waterproofing tidak dilakukan dengan baik.
Cara Mencegah Lantai Keramik Retak Secara Tiba-Tiba
Pilih keramik dengan standar mutu tinggi dan sesuai dengan peruntukannya, baik untuk area indoor maupun outdoor.
1. Pastikan Pemasangan Dilakukan dengan Benar
2. Sediakan Expansion Joint
3. Perhatikan Beban di Atas Lantai
4. Lakukan Perawatan Secara Rutin
Lantai keramik retak secara tiba-tiba bukanlah kejadian yang muncul tanpa sebab. Faktor seperti pergerakan struktur bangunan, kesalahan pemasangan, perubahan suhu, kualitas material, hingga beban berlebih berperan besar dalam terjadinya kerusakan ini.
Dengan memahami penyebab lantai keramik retak dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat, Anda dapat menjaga lantai rumah tetap aman, nyaman, dan tahan lama. Investasi pada material berkualitas dan pemasangan yang benar sejak awal akan menghemat biaya perbaikan di masa depan.
Anda bisa percayakan segala kebutuhan Anda seputar hunian kepada Ray White Property Management. Kami yakin sebagai sebuah solusi untuk anda yang ingin memiliki hunian terbaik di wilayah Jakarta. Anda dapat mengunjungi Ray White Property Management di Gedung Lippo Thamrin lantai 5 unit 5-02 Jalan M.H. Thamrin No. 20 Jakarta Pusat atau hubungi kami di (021) 2918 - 5234 atau kunjungi website kami di https://propertymanagement.raywhite.co.id/.
Written by: Jennifer Rantelobo (Copywriter of Ray White PPC Group)
Approved by: Cynthia Natalia William (Marcomm of Ray White & Loan Market PPC Group)