logo-raywhite-offcanvas

9 Sep 2026 NEWS 8 min read
Pengaruh Ketinggian Lantai Apartemen terhadap Kualitas Tidur dan Tingkat Stres, Mana Lantai Terbaik Untukmu?

Pengaruh Ketinggian Lantai Apartemen terhadap Kualitas Tidur dan Tingkat Stres, Mana Lantai Terbaik Untukmu?

Memilih apartemen bukan hanya soal lokasi, luas unit, atau pemandangan dari balkon. Bagi sebagian orang, ketinggian lantai apartemen juga menjadi pertimbangan penting karena dapat mempengaruhi kenyamanan sehari-hari. Hal yang sering luput diperhatikan adalah bagaimana posisi lantai dapat berkaitan dengan kebisingan, privasi, kualitas istirahat, hingga tingkat stres penghuni. 

Ada orang yang merasa lebih nyaman tinggal di lantai tinggi karena suasananya lebih tenang dan jauh dari aktivitas jalanan. Namun, ada juga yang justru memilih lantai rendah karena aksesnya lebih mudah dan tidak terlalu bergantung pada lift. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. 

Lantas, apakah tinggal di lantai tinggi benar-benar membuat tidur lebih nyenyak? Atau justru lantai rendah lebih baik untuk kesehatan dan kenyamanan? Jawabannya bisa berbeda untuk setiap orang. 

Mengapa Ketinggian Lantai Apartemen Perlu Dipertimbangkan?

Saat mencari apartemen, calon penghuni biasanya lebih fokus pada harga, fasilitas, dan lokasi. Padahal, posisi unit di dalam gedung juga bisa memberikan pengalaman tinggal yang berbeda. Unit di lantai rendah biasanya lebih dekat dengan area lobi, taman, kolam renang, tempat parkir, atau jalan raya. Artinya, penghuni mungkin lebih mudah mendengar aktivitas orang maupun kendaraan di sekitar gedung. Sebaliknya, unit di lantai tinggi cenderung lebih jauh dari berbagai sumber suara tersebut.

Namun, bukan berarti lantai tinggi selalu lebih baik. Suara dari luar memang dapat berkurang, tetapi penghuni tetap bisa mendengar suara dari lift, koridor, unit tetangga, atau fasilitas gedung lainnya. Selain itu, semakin tinggi posisi unit, semakin besar pula ketergantungan terhadap lift dan semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk keluar ketika terjadi keadaan darurat.

Karena itu, memilih lantai apartemen sebaiknya tidak hanya berdasarkan keinginan mendapatkan pemandangan bagus. Kenyamanan selama tinggal juga perlu menjadi pertimbangan.

Tinggal di Lantai Rendah, Apa Kelebihannya?

Lantai rendah sering dianggap kurang menarik dibandingkan lantai tinggi karena pemandangannya tidak sejauh dari atas. Padahal, posisi ini memiliki beberapa keuntungan yang cukup terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu kelebihan utamanya adalah akses yang lebih mudah. Ketika ingin keluar membeli makanan, pergi bekerja, atau membawa barang belanjaan, penghuni tidak perlu menunggu lift terlalu lama. Dalam kondisi tertentu, tangga juga bisa menjadi alternatif yang lebih praktis.

Bagi orang yang memiliki anak kecil, lansia, atau anggota keluarga yang memiliki keterbatasan mobilitas, lantai rendah juga dapat terasa lebih nyaman. Aktivitas keluar-masuk apartemen menjadi lebih sederhana dan tidak terlalu bergantung pada fasilitas lift. Lantai rendah juga biasanya terasa lebih dekat dengan fasilitas bersama. Jika apartemen memiliki taman, kolam renang, gym, atau area bermain di lantai bawah, akses menuju fasilitas tersebut tentu lebih mudah.

Kekurangan Lantai Rendah yang Perlu Diperhatikan

Di balik kemudahannya, tinggal di lantai rendah memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah potensi kebisingan yang lebih tinggi. Unit yang berada dekat dengan jalan atau area publik mungkin lebih sering terpapar suara kendaraan, klakson, aktivitas penghuni, hingga suara dari area komersial. Bagi orang yang mudah terbangun karena suara, kondisi ini dapat mengganggu waktu tidur.

Posisi lantai rendah juga cenderung memiliki tingkat privasi yang lebih rendah, terutama jika jendela atau balkon menghadap area yang sering dilewati orang. Penghuni mungkin perlu lebih sering menutup tirai agar aktivitas di dalam unit tidak mudah terlihat dari luar.

Selain itu, unit yang terlalu dekat dengan area fasilitas bersama dapat mengalami gangguan suara ketika fasilitas tersebut sedang ramai digunakan. Karena itu, bukan hanya lantainya yang perlu diperhatikan, tetapi juga letak unit di lantai tersebut.

Apakah Lantai Tinggi Lebih Nyaman untuk Tidur?

Salah satu alasan orang memilih lantai tinggi adalah suasananya yang dianggap lebih tenang. Semakin jauh posisi unit dari permukaan tanah, suara kendaraan dari jalan biasanya menjadi lebih kecil. Kondisi tersebut dapat memberikan lingkungan yang lebih nyaman untuk beristirahat.

Bagi orang yang sensitif terhadap suara, perbedaan ini mungkin cukup terasa. Lingkungan yang lebih tenang dapat membantu menciptakan suasana kamar yang lebih kondusif untuk tidur. Selain kebisingan, lantai tinggi juga menawarkan privasi yang lebih baik. Tidak banyak orang yang dapat melihat langsung ke dalam unit, terutama jika apartemen berada di gedung bertingkat tinggi. Hal ini membuat penghuni bisa merasa lebih leluasa ketika berada di rumah.

Pemandangan juga menjadi nilai tambah. Melihat langit, pepohonan, atau panorama kota dari jendela dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan setelah seharian bekerja. Namun, perlu diingat bahwa lantai tinggi tidak otomatis menjamin kualitas tidur yang lebih baik. Kondisi kamar, kasur, suhu ruangan, pencahayaan, kebiasaan menggunakan gadget, serta tingkat stres sehari-hari tetap memiliki peran yang besar.

Kekurangan Tinggal di Lantai Tinggi

Meski menawarkan ketenangan dan pemandangan, lantai tinggi juga memiliki beberapa kekurangan. Pertama adalah ketergantungan terhadap lift. Ketika jam berangkat dan pulang kerja, lift apartemen biasanya lebih ramai. Penghuni di lantai tinggi mungkin harus menunggu lebih lama dibandingkan mereka yang tinggal di lantai rendah.

Situasi tersebut mungkin terasa sepele, tetapi jika terjadi setiap hari, antrian lift dapat menjadi sumber ketidaknyamanan tersendiri. Apalagi jika sedang terburu-buru atau membawa banyak barang. Lantai tinggi juga perlu dipertimbangkan dari sisi keadaan darurat. 

Ketika lift tidak dapat digunakan, penghuni harus menggunakan tangga darurat. Semakin tinggi posisi unit, semakin jauh pula perjalanan menuju lantai dasar. Selain itu, beberapa orang dapat merasa kurang nyaman dengan ketinggian. Rasa takut atau tidak nyaman ketika berada di tempat tinggi bisa membuat pengalaman tinggal di lantai atas justru kurang menyenangkan.

Apakah Lantai Tinggi Bisa Mengurangi Stres?

Tinggal di tempat yang lebih tenang dan memiliki pemandangan luas memang dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan. Bagi sebagian orang, suasana tersebut dapat membantu menciptakan rasa rileks setelah menjalani aktivitas yang padat.

Bayangkan pulang kerja pada sore atau malam hari, kemudian melihat pemandangan kota dari balkon tanpa harus berhadapan langsung dengan suara kendaraan di jalan. Bagi sebagian penghuni, momen sederhana seperti ini dapat menjadi cara untuk melepas penat.

Namun, hubungan antara lantai apartemen dan tingkat stres tidak bisa disimpulkan secara sederhana. Stres seseorang dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pekerjaan, kondisi finansial, hubungan sosial, kualitas tidur, hingga lingkungan tempat tinggal secara keseluruhan. Jadi, lantai tinggi mungkin memberikan lingkungan yang lebih sesuai bagi orang yang membutuhkan ketenangan, tetapi bukan berarti otomatis membuat seseorang terbebas dari stres.

Bagaimana dengan Kesehatan Penghuni?

Dari sisi kesehatan, faktor lingkungan seperti kebisingan, kualitas udara, pencahayaan, dan kenyamanan suhu jauh lebih relevan untuk diperhatikan dibandingkan sekadar angka lantai. Unit yang memiliki ventilasi baik dan mendapatkan cahaya alami yang cukup dapat terasa lebih nyaman untuk ditinggali. Begitu pula dengan unit yang tidak terlalu dekat dengan sumber kebisingan.

Lantai tinggi juga memiliki karakteristik lingkungan yang berbeda dari lantai rendah. Misalnya, penghuni mungkin mendapatkan lebih sedikit gangguan langsung dari aktivitas di permukaan tanah. Namun, kondisi tersebut tetap sangat bergantung pada desain dan lokasi gedung.

Karena itu, ketika melakukan survei apartemen, jangan hanya bertanya "lantai berapa?" tetapi juga perhatikan menghadap ke mana unit tersebut, apa yang berada di sebelahnya, dan aktivitas apa saja yang berlangsung di sekitar unit.

Tips Memilih Lantai Apartemen yang Nyaman

Sebelum menentukan unit, sebaiknya lakukan survei langsung pada waktu yang berbeda. Jangan hanya datang pada siang hari ketika suasana gedung cenderung lebih tenang. Jika memungkinkan, perhatikan kondisi sekitar pada pagi, sore, dan malam hari. Dengarkan suara dari jalan, koridor, lift, maupun unit di sebelahnya. Perhatikan juga apakah jendela menghadap jalan utama, area parkir, kolam renang, atau fasilitas lain yang berpotensi ramai.

Selain itu, tanyakan kepada pihak pengelola mengenai sistem keamanan, akses tangga darurat, kapasitas lift, serta posisi fasilitas umum. Informasi tersebut dapat membantu Anda mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai pengalaman tinggal di unit tersebut.

Jika memungkinkan, pilih unit yang tidak terlalu dekat dengan lift, ruang sampah, tangga darurat, atau area fasilitas yang ramai. Hal-hal kecil seperti ini terkadang justru lebih berpengaruh terhadap kenyamanan dibandingkan memilih lantai berdasarkan angka semata.

Ketinggian lantai apartemen memang dapat mempengaruhi pengalaman tinggal, terutama dari sisi kebisingan, privasi, akses, dan kenyamanan. Lantai rendah menawarkan kemudahan mobilitas dan akses yang lebih cepat, tetapi berpotensi lebih dekat dengan sumber suara dan aktivitas di sekitar gedung.

Sementara itu, lantai tinggi biasanya menawarkan suasana yang lebih tenang, privasi lebih baik, dan pemandangan yang menarik. Kekurangannya adalah ketergantungan pada lift, akses darurat yang lebih panjang, serta kemungkinan munculnya rasa tidak nyaman bagi orang yang tidak terbiasa dengan ketinggian.

Lantai terbaik untukmu bukan selalu lantai tertinggi atau terendah, melainkan lantai yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidupmu. Jika kualitas tidur menjadi prioritas, perhatikan tingkat kebisingan dan posisi unit. Jika akses menjadi pertimbangan utama, lantai rendah atau menengah mungkin lebih praktis.

Jadi, sebelum menandatangani kontrak atau membeli unit apartemen, luangkan waktu untuk melihat langsung lingkungan sekitar. Karena dalam urusan tempat tinggal, kenyamanan sehari-hari sering kali jauh lebih penting daripada sekadar mendapatkan pemandangan kota dari lantai paling atas.

Anda bisa percayakan segala kebutuhan Anda seputar hunian kepada Ray White Property Management. Kami yakin sebagai sebuah solusi untuk anda yang ingin memiliki hunian terbaik di wilayah Jakarta. Anda dapat mengunjungi Ray White Property Management di Gedung Lippo Thamrin lantai 5 unit 5-02 Jalan M.H. Thamrin No. 20 Jakarta Pusat atau hubungi kami di (021) 2918 - 5234 atau kunjungi website kami di https://propertymanagement.raywhite.co.id/

Written by: Jennifer Rantelobo (Copywriter of Ray White PPC Group) 

Approved by: Gisela Milenie Erjorena (Marcomm of Ray White & Loan Market PPC Group)