Mencuci pakaian adalah aktivitas rumah tangga yang terlihat sederhana dan rutin dilakukan hampir setiap hari. Banyak orang menganggap bahwa selama pakaian sudah terkena air dan deterjen, lalu dibilas dan dikeringkan, maka tugas mencuci sudah selesai dengan baik.
Padahal, di balik kebiasaan mencuci yang terlihat sepele, ada banyak kesalahan kecil yang sering dilakukan tanpa disadari. Kesalahan-kesalahan inilah yang perlahan tapi pasti membuat pakaian menjadi cepat rusak, warnanya pudar, serat kain melemah, bahkan bentuknya berubah.
Banyak orang mengeluhkan pakaian baru yang belum lama dipakai sudah terlihat kusam, melar, atau berbulu. Sering kali yang disalahkan adalah kualitas bahan atau merek pakaian tersebut, padahal akar masalahnya justru berasal dari cara mencuci yang kurang tepat. Kebiasaan mencuci yang salah tidak selalu terlihat dampaknya secara langsung, tetapi efeknya akan terasa dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk memahami kebiasaan sepele saat mencuci yang ternyata memiliki pengaruh besar terhadap usia pakai pakaian.
Artikel ini akan membahas secara mendalam berbagai kebiasaan kecil saat mencuci yang sering dianggap biasa saja, namun sebenarnya dapat mempercepat kerusakan pakaian. Dengan memahami dan menghindari kebiasaan-kebiasaan ini, kamu bisa menjaga pakaian tetap awet, nyaman dipakai, dan terlihat seperti baru lebih lama.
Tidak Memisahkan Pakaian Berdasarkan Warna
Salah satu kebiasaan paling umum dan sering dilakukan adalah mencuci semua pakaian sekaligus tanpa memisahkan warna. Banyak orang merasa hal ini lebih praktis dan menghemat waktu, terutama saat jumlah pakaian menumpuk.
Padahal, mencampur pakaian berwarna terang dengan pakaian berwarna gelap dapat menyebabkan warna luntur dan menempel pada kain lain. Akibatnya, pakaian berwarna putih atau cerah akan berubah kusam dan terlihat kotor meskipun sebenarnya masih bersih.
Selain masalah luntur, mencampur warna juga dapat mempercepat pudar pada pakaian berwarna gelap. Proses gesekan antar kain saat pencucian membuat pigmen warna lebih cepat terlepas. Jika dilakukan terus-menerus, pakaian akan kehilangan warna aslinya dan tampak usang. Memisahkan pakaian berdasarkan warna memang membutuhkan sedikit usaha ekstra, tetapi hasilnya jauh lebih baik untuk menjaga kualitas pakaian dalam jangka panjang.
Menggunakan Terlalu Banyak Deterjen
Banyak orang berpikir bahwa semakin banyak deterjen yang digunakan, maka pakaian akan semakin bersih dan wangi. Padahal, penggunaan deterjen yang berlebihan justru dapat meninggalkan residu pada serat kain. Residu ini membuat pakaian terasa kaku, mudah menarik kotoran, dan dalam jangka panjang bisa merusak struktur kain.
Selain itu, sisa deterjen yang tidak terbilas sempurna juga dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama bagi orang yang memiliki kulit sensitif. Menggunakan deterjen sesuai takaran yang dianjurkan sudah cukup untuk membersihkan pakaian secara optimal. Takaran yang tepat tidak hanya menjaga pakaian tetap awet, tetapi juga lebih ramah lingkungan dan hemat biaya.
Mencuci dengan Air Panas Tanpa Memperhatikan Jenis Kain
Air panas memang dikenal efektif untuk membunuh kuman dan mengangkat noda membandel. Namun, kebiasaan mencuci pakaian dengan air panas tanpa mempertimbangkan jenis kain dapat menyebabkan kerusakan serius. Banyak jenis kain, terutama katun tipis, sintetis, dan pakaian berwarna, tidak tahan terhadap suhu tinggi. Air panas dapat membuat kain menyusut, warna memudar, dan serat kain menjadi rapuh.
Untuk sebagian besar pakaian sehari-hari, air dingin atau air suhu normal sebenarnya sudah cukup efektif untuk membersihkan kotoran. Air panas sebaiknya hanya digunakan untuk pakaian tertentu, seperti handuk atau sprei, yang memang membutuhkan pembersihan ekstra. Dengan memilih suhu air yang tepat, pakaian akan lebih terjaga kualitasnya.
Mengisi Mesin Cuci Terlalu Penuh
Keinginan untuk mencuci pakaian sekaligus dalam jumlah banyak seringkali membuat orang mengisi mesin cuci terlalu penuh. Padahal, mesin cuci yang kelebihan muatan tidak dapat bekerja secara optimal. Pakaian tidak memiliki ruang yang cukup untuk bergerak, sehingga proses pencucian menjadi kurang efektif dan gesekan antar kain meningkat.
Gesekan yang berlebihan inilah yang membuat pakaian cepat berbulu, melar, atau bahkan robek. Selain itu, mesin cuci juga bekerja lebih berat dan beresiko cepat rusak. Mengisi mesin cuci sesuai kapasitas yang dianjurkan memang membutuhkan lebih banyak sesi pencucian, tetapi hasilnya jauh lebih aman untuk pakaian dan mesin itu sendiri.
Jarang Membersihkan Mesin Cuci
Mesin cuci sering dianggap sebagai alat yang selalu bersih karena fungsinya untuk mencuci. Padahal, sisa deterjen, kotoran, dan jamur dapat menumpuk di bagian dalam mesin cuci jika tidak dibersihkan secara rutin. Kotoran ini kemudian menempel kembali pada pakaian saat proses pencucian berlangsung.
Kebiasaan jarang membersihkan mesin cuci tidak hanya membuat pakaian menjadi kurang bersih, tetapi juga dapat menyebabkan bau tidak sedap. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa mempercepat kerusakan pakaian dan mesin cuci itu sendiri. Membersihkan mesin cuci secara berkala adalah langkah sederhana yang sering diabaikan, tetapi sangat penting.
Tidak Menutup Resleting dan Kancing
Hal kecil seperti membiarkan resleting terbuka atau kancing tidak dikaitkan sebelum mencuci sering dianggap tidak penting. Padahal, resleting yang terbuka dapat tersangkut pada pakaian lain dan menyebabkan kain tertarik atau robek. Begitu juga dengan kancing yang tidak dikaitkan, yang dapat patah atau merusak pakaian lain selama proses pencucian.
Meluangkan waktu beberapa detik untuk menutup resleting dan mengaitkan kancing sebelum mencuci dapat mencegah banyak kerusakan yang tidak perlu. Kebiasaan kecil ini sering diabaikan, tetapi dampaknya sangat besar bagi keawetan pakaian.
Mengeringkan Pakaian di Bawah Sinar Matahari Langsung Terlalu Lama
Sinar matahari memang membantu proses pengeringan pakaian menjadi lebih cepat dan alami. Namun, kebiasaan menjemur pakaian terlalu lama di bawah sinar matahari langsung dapat menyebabkan warna pakaian cepat pudar. Paparan sinar ultraviolet secara terus-menerus dapat merusak pigmen warna dan serat kain.
Untuk menjaga warna pakaian tetap cerah, sebaiknya jemur pakaian berwarna dengan cara dibalik dan tidak terlalu lama terkena matahari langsung. Alternatif lainnya adalah menjemur di tempat yang teduh tetapi tetap memiliki sirkulasi udara yang baik. Cara ini membantu pakaian kering dengan aman tanpa merusak kualitasnya.
Terlalu Sering Mencuci Pakaian
Tidak semua pakaian harus dicuci setiap kali selesai dipakai. Kebiasaan mencuci pakaian yang sebenarnya masih layak pakai dapat mempercepat kerusakan kain. Setiap proses pencucian memberikan tekanan pada serat kain, baik dari gesekan, deterjen, maupun air.
Pakaian seperti jaket, jeans, atau sweater sebenarnya tidak perlu dicuci terlalu sering, kecuali jika memang kotor atau berbau. Dengan mengurangi frekuensi pencucian, kamu bisa memperpanjang usia pakaian dan menjaga bentuk serta warnanya tetap baik.
Menggunakan Pengering Mesin Secara Berlebihan
Pengering mesin memang praktis dan menghemat waktu, terutama saat cuaca tidak mendukung. Namun, penggunaan pengering mesin secara berlebihan dapat membuat pakaian cepat rusak. Suhu panas dan putaran tinggi dapat membuat kain menyusut, melar, dan kehilangan elastisitasnya.
Beberapa jenis pakaian sebaiknya dikeringkan secara alami dengan cara dijemur. Mengkombinasikan penggunaan pengering mesin dan penjemuran manual bisa menjadi solusi agar pakaian tetap awet tanpa mengorbankan kepraktisan.
Menyetrika dengan Suhu yang Tidak Sesuai
Kesalahan saat mencuci tidak berhenti pada proses pencucian dan pengeringan saja, tetapi juga berlanjut ke tahap penyetrikaan. Menyetrika pakaian dengan suhu yang terlalu tinggi dapat membakar serat kain dan meninggalkan bekas mengkilap yang sulit dihilangkan.
Kebiasaan ini sering terjadi karena kurangnya perhatian terhadap jenis bahan pakaian. Mengatur suhu setrika sesuai dengan bahan kain adalah langkah penting untuk menjaga pakaian tetap rapi tanpa merusak strukturnya. Dengan sedikit ketelitian, pakaian bisa terlihat rapi sekaligus awet.
Kebiasaan sepele saat mencuci sering kali dianggap tidak penting, padahal dampaknya sangat besar terhadap keawetan pakaian. Mulai dari tidak memisahkan warna, menggunakan deterjen berlebihan, hingga mengabaikan label perawatan, semua kebiasaan ini secara perlahan mempercepat kerusakan pakaian. Perubahan kecil dalam cara mencuci dapat memberikan hasil yang signifikan dalam jangka panjang.
Dengan lebih memperhatikan detail dan memahami kebutuhan setiap jenis pakaian, kamu tidak hanya menjaga pakaian tetap awet, tetapi juga menghemat pengeluaran karena tidak perlu sering membeli pakaian baru. Mencuci pakaian bukan sekedar rutinitas, melainkan bagian dari perawatan yang menentukan kualitas dan usia pakai pakaian itu sendiri.
Anda bisa percayakan segala kebutuhan Anda seputar hunian kepada Ray White Property Management. Kami yakin sebagai sebuah solusi untuk anda yang ingin memiliki hunian terbaik di wilayah Jakarta. Anda dapat mengunjungi Ray White Property Management di Gedung Lippo Thamrin lantai 5 unit 5-02 Jalan M.H. Thamrin No. 20 Jakarta Pusat atau hubungi kami di (021) 2918 - 5234 atau kunjungi website kami di https://propertymanagement.raywhite.co.id/.
Written by: Jennifer Rantelobo (Copywriter of Ray White PPC Group)
Approved by: Cynthia Natalia William (Marcomm of Ray White & Loan Market PPC Group)